Nggak cuma manusia yang punya gaya hidup, hewanpun juga begitu :D
Kali
ini kita akan ngobrol seputar pembagian jenis tarantula berdasarkan
gaya hidupnya, glamor kah, sederhana kah, foya-foya kah, atau malah low
profile. Serius.
Ranger biru beraksi!
Tapi bohong! Hahaha :))
Sebenernya gaya hidup
tarantula itu berdasarkan di mana dia hidup. Dibagi menjadi 3, yaitu:
terrestrial, arboreal, dan fossorial. Yuk kita uraikan bareng-bareng!
Terrestrial
Nandhu chromatus mencari sesuap nasi
Jenis terrestrial ini adalah jenis yang hidup
mendatar di tanah, tidak naik dan tidak menggali. Walaupun begitu,
sewaktu masih berukuran sling (Bingung? Kemari dulu.) mereka cenderung menggali dan bersembunyi
di bawah tanah untuk menghindari ancaman pemangsa.
Yang
mencolok dari jenis ini adalah abdomen atau perutnya yang cenderung
lebih besar dan bulat dibanding saudara arborealnya. Selain itu bentuknya juga
lebih berisi dan gendut dengan kecepatan lari yang relatif
lambat-sedang, misalyapun cepat, hanya bisa dalam waktu yang sebentar. Karena itu, jatuh dari ketinggian bisa mengancam nyawa
jenis ini karena abdomennya lebih fragile.
Arboreal
Maskot tarantula Indonesia nih
Yang dimaksud arboreal adalah jenis tarantula yang
hidup di ketinggian, biasanya di pepohonan. Tentunya si arboreal ini
memiliki kaki yang panjang dan abdomen yang cenderung lonjong. Sudah
bisa ditebak, jenis ini kalo ngacir cepet banget dan bisa lompat.
Karena
itulah jenis ini biasanya bukan untuk pemula yang masih kagetan. Untuk
memelihara jenis ini harus menyediakan tempat memanjat. Jika tidak, bisa
memicu stres yang jika berkepanjangan dapat membunuh tarantula. Nggak mau kan kamu yang tidur telentang disuruh tidur sambil berdiri? :P
Fossorial
Pelihara tarantula fossorial nggak jauh beda dari pelihara tanah...
Kalo yang satu ini bikin bosen kalo kamu nggak sabar.
Pasalnya, tarantula jenis ini hidupnya di dalam tanah. Hanya keluar
pada dini hari, saat menerkam mangsa, ngebet kawin cari pasangan, atau malah tidak keluar sama sekali. Yang paling dikenal
dari jenis tarantula ini adalah kebiasaannya menggali dalam tanah dan
tidak keluar bisa dalam waktu bulan!
Yang unik dari
jenis ini, ada beberapa spesies yang suka menunggu mangsanya di depan
pintu masuk gua galiannya. Ada juga yang membuat jebakan dengan menutup
lubangnya, begitu mangsa lewat langsung dicaplok masuk ke dalam lubang.
Tentunya untuk memelihara jenis ini dibutuhkan substrat yang cukup
tinggi agar si tarantula bisa menggali masuk tanah.
Biasanya
orang penasaran nih, bisa seberapa gede sih tarantula itu? Apa bisa
jadi gede banget sampe-sampe bisa kita naikin kaya kuda?
Mimpi kali ye kalo segede itu :)) Kalau begitu, yuk mari kita mulai listnya~
Kalo
kamu mau memelihara sesuatu, sudah pasti butuh beberapa perlengkapan.
Untuk tarantula, nggak banyak dan nggak repot kok. Yuk baca dulu!
Ini dia perlengkapan...... masak?
Gambar di atas bukan perlengkapan pelihara tarantula ya, itu perlengkapan masak :))
Untuk
pelihara tarantula yang jelas kita butuhkan adalah alat untuk mengambil
sisa makanan dan untuk menyemprot air. Hal lain yang dibutuhkan adalah
kandang, substrat, dan tempat minum (opsional)
1. Pinset / Jepitan
Pinset buat cabut bulu ketek:x
Pinset
ini adalah alat wajib untuk pelihara tarantula. Fungsinya bukan untuk
ngambil tarantulanya lho, tapi untuk ngambil makanan atau sisa
makanannya. Kalo kamu jijik sama ulat hongkong atau jangkrik, bisa pake
pinset untuk ngangkatnya. Lalu sisa makanan tarantula kan kecil dan agak
lengket, susah dan berabe kalo kamu mau coba ambil pake tangan kosong.
Lebih baik pake pinset.
Pinsetnya
terserah, boleh yang panjang boleh yang pendek, poleh yang lurus boleh
yang melengkung. Kalo kamu pelihara jenis yang galak, lebih aman pake
pinset panjang sapa tau tiba-tiba dia gigit. Pinset ini bisa kamu dapat dari apotek, toko alat kesehatan, atau toko aquarium/aquascape.
2. Spray / Semprotan
Semprot maaaaang~
Semprotan
ini berguna untuk melembabi kandang tarantula dan memberi minum. Untuk
ukuran sling/anakan, karena masih kecil, akan berbahaya kalo kita kasih
tempat minum karena bisa tenggelam. Maka dari itu, alternatif untuk kasih minumnya yaitu disemprot ke dinding kandang.
Kamu
bisa pake berbagai macam jenis semprotan. Semprotan taman, semprotan
burung, tapi lebih bagus semprotan yang kecil saja. Yang perlu
diperhatikan kalau menyemprot, usahakan tidak terkena si tarantula dan
cukup butir-butiran halus saja yang terkena kandang. Kalo untuk spray
besar, menyemprotnya jaraknya agak jauh.
3. Kandang (Deli Cup/Aquarium/Gex/FunHouse dll)
Kandang obat dan kandang cemilan
Untuk kandang, nggak perlu repot-repot kok. Syarat
utama adalah luas kandang minimal 1,5x rentang kaki si tarantula
(terrestrial), atau tingginya yang minimal 1,5x rentang kaki tarantula
(arboreal dan fossorial/burrower). Kalo masih anakan, cukup pake wadah
salep atau toples makanan. Karena tarantula saat masih sling
pertumbuhannya cukup pesat, bisa boros kalo kandangnya mewah.
Kandang
juga sebaiknya jangan terlalu luas karena akan menyulitkan kamu sendiri
untuk kasih makan, malah kadang bisa seperti hilang entah ke mana
saking besarnya kandang. Kalo ukuran sudah mulai besar, baru oke kita
mulai desain terrarium/kandangnya. Bisa dengan FunHouse, Gex, custom
aquarium ataupun akrilik.
4. Substrat/Media
Teksturnya mirip rambut.... Lupakan :p
Pilihan substrat untuk tarantula sangatlah beragam.
Intinya adalah substrat itu harus bisa menahan kelembapan, bisa digali
(tidak keras), dan sebisa mungkin harus steril. Substrat yang sangat
populer digunakan untuk tarantula adalah cocopeat atau coco fibre atau
coco dust. Mudah ditemukan di toko tanaman, pastikan beli yang belum
dicampur dengan pupuk atau bahan kimia agar aman untuk tarantula.
Selain
itu, bisa menggunakan tanah biasa. Namun pastikan tanah tersebut steril
(tidak ada pupuk dan bahan kimia) dan akan lebih baik lagi kalau
dijemur terlebih dahulu sebelum pemakaian agar organisme-organisme yang
hidup di tanah tersebut mati. Dengan menjemur tanah tersebut tentu juga
akan mengurangi resiko jamur tumbuh dan kutu yang berbahaya bagi
tarantula.
Kalo kamu mau pelihara dari ukuran sling, ini
waterdish sama sekali tidak perlu. Water dish hanya diperlukan
saatukuran tarantula sudah mencapai 5cm. Bahannya sih terserah, yang
penting dangkal dan luas agar si tarantula tidak tenggelam. Lebih aman
lagi dikasih batu pijakan di water dishnya.
Kalo kamu
pengen hemat, cukup pake tutup botol air mineral untuk minumnya. Kalo
ukuran udah besar, bisa beralih ke dasar botol air mineral 1,5L yang
dipotong.
Agan baru mulai main tarantula? Baru baca-baca tapi bingung maksudnya? Apa sih maksudnya sling? LS? Molting? Aaaarrrgghhh!!
Jangan khawatir dan frustasi gan! Kali ini akan ane jabarin arti dan maksud dari berbagai istilah, kosakata, dan singkatan yang kerap dipakai di hobi tarantula. Yuk kita mulai, gan!
Sling GBB
Berhubungan dengan ukuran & pertumbuhan tarantula
Nih cara mengukur leg span (LS)
1. Leg Span (LS) Maksud
dari istilah Leg Span (LS) adalah panjang diagonal kaki tarantula.
Ukuran tarantula biasanya diukur dari ujung kaki ke ujung kaki lain
secara diagonal.
2.Sling / Spiderling; Juve / Juvenile; SA / Sub-Adult Spiderling atau yang biasa ditulis sling saja artinya adalah tarantula yang masih baby. Biasanya ukuran LS kurang dari 5 cm (pada tarantula non-dwarf) dan minimal sudah masuk fase instar. Sedangkan istilah juvenile ditujukan untuk tarantula remaja, biasanya ukuran 5-10 cm. Lain halnya dengan Sub-Adult (SA) yang berarti tarantula yang hampir dewasa, biasanya kurang 1-2 kali molting (ganti kulit) lagi. 3. Mature Male (MM); Adult Female / Mature Female (AF/MF); Pair; Unsex Tarantula yang jenis kelaminnya belum diketahui/belum terlihat disebut unsex. Sesuai dengan terjemahannya, mature male berarti tarantula jantan yang sudah dewasa dan siap kawin. Begitu pula adult female atau mature female, hanya saja jenis kelaminnya betina. Kalau pair artinya sepasang, jantan dan betina. Biasanya digunakan penulisan seperti ini: "1.2.1" -> 1 jantan, 2 betina, 1 unsex Maksud dari digit pertama adalah jumlah tarantula jantan, digit kedua adalah jumlah tarantula betina, dan digit terakhir adalah tarantula unsex.
4. Molting / Ecdysis; Exuvia / Exuvium Jika pada reptil disebut shedding, proses ganti kulit pada tarantula disebut molting (bahasa ilmiah: ecdysis). Bekas kulit lama yang ditinggalkan disebut exuvium (tunggal) atau exuvia (jamak).
5. Egg sac / sac; Egg with legs (EWL); instar Tarantula adalah hewan ovipar atau bertelur. Bedanya, telur mereka dibungkus dalam kulit yang terbuat dari jaring yang disebut sac atau egg sac. Nah, di dalam egg sac ini terdapat telur-telur kecil berkaki yang disebut egg with legs atau EWL. Maksud instar di sini adalah fase tarantula setelah ganti kulit/molting dari fase EWL. Jadi, tarantula yang molting dari fase EWL disebut tarantula 1 instar (disingkat 1i). Jika setelah itu molting lagi disebut 2 instar (2i), dan seterusnya sesuai jumlah moltingnya.
Berhubungan dengan tubuh tarantula
Bagian ventral tarantula
1. Abdomen Abdomen secara harafiah berarti perut. Perut tarantula terletak setelah badannya, yang bentuknya membulat.
2. Chelicera Chelicera adalah mulut tarantula yang tersambung langsung ke taringnya.
3. Pedipalp / Palp / Feeler / Tangan Kalau agan lihat tuh sepasang 'tangan' atau yang berbentuk seperti kaki tapi lebih pendek dan terletak di bagian depan tarantula, itulah pedipalp.
4. Ventral; Dorsal Ventral adalah bagian bawah tubuh tarantula dan dorsal adalah bagian atas (punggung) tarantula.
5. Tibial spur / hook Hampir semua jenis tarantula jantan yang sudah dewasa punya alat ini. Tibial spur atau lebih dikenal hook adalah organ berbentuk seperti kait yang tumbuh di kaki bagian depan tarantula jantan dewasa.
6. Spinneret Laba-laba dan tarantula menghasilkan jaring dari organ ini. Berbentuk seperti sepasang jari kecil dan terletak di paling belakang abdomen.
7. Spermatheca Spermatheca adalah organ penyimpan sperma yang hanya dimiliki tarantula betina. Bentuknya berbeda-beda tergantung jenis tarantula, tetapi mayoritas berbentuk seperti lipatan yang terlihat di bagian dalam exuvium/kulit di bagian abdomen.
8. Urticating hair / Urtica / rambut gatal Salah satu pertahanan tarantula jenis new world adalah urticating hair atau pendeknya urtica. Rambut gatal ini terletak di abdomen dan jika tarantula merasa terganggu akan di'tendang'kan ke arah gangguan.
9. Epigastric furrow
Adalah lokasi yang terletak di antara sepasang paru-paru buku/book lung pertama, di bagian ventral/bawah abdomen. Di dalamnya terdapat spermatheca (betina), di atas/anterior nya terdapat epiandrous fussilae (jantan)
9. Epiandrous fussilae Ini maksudnya adalah organ kelamin jantan yang terletak di bagian ventral (bawah) abdomen, di antara sepasang paru-paru buku pertama. Terlihat seperti bagian yang lebih gelap berbentuk segitiga ataupun sirkuler dibanding area di sekitarnya.
Berhubungan dengan perilaku tarantula
Si jago kung fu
1. Agresif; defensif Agresif yang dimaksud di dunia tarantula sebenarnya lebih tepat disebut defensif. Maksudnya, tarantula tersebut 'galak' atau gampang merasa terganggu dan tidak segan untuk menggigit si pengganggu.
2. Docile Istilah docile digunakan untuk menggambarkan karakter tarantula yang relatif jinak. Relatif jinak berarti hampir tidak pernah menggigit jika terganggu, jalannya lambat, dan tidak kagetan.
3. Skittish Tarantula yang tidak mau diam dan kagetan adalah tarantula skittish. Selain itu, tarantula skittish biasanya gampang terganggu dan mudah merontokkan rambut gatal (kalau jenis new world).
4. Threat pose / kung fu Threat pose adalah pose tarantula dengan kaki depan terangkat dan memamerkan taringnya, yang merupakan ancaman dan tanda bahwa si tarantula akan menggigit jika sumber gangguan mendekat.
Berhubungan dengan jenis & tipe tarantula
GBB lagi nyantai
1. New world (NW); Old world (OW) Tarantula new world adalah tarantula yang berasal dari Benua Amerika dan biasanya bersifat relatif lebih jinak dibanding old world. Sedangkan jenis old world berasal dari luar Benua Amerika dan relatif lebih galak dan bisa lebih kuat.
2. Terrestrial; Arboreal; Burrower / Fossorial Istilah-istilah ini mengacu pada jenis gaya hidup tarantula. Terrestrial adalah gaya hidup tarantula yang berada di atas tanah. Arboreal adalah gaya hidup tarantula yang biasa di pohon atau tempat yang tinggi. Fossorial atau burrower adalah gaya hidup tarantula di dalam tanah atau lubang-lubang.
3. Orange bitey thing / Orange baboon tarantula (OBT) OBT adalah panggilan untuk tarantula jenis Pterinochilus murinus. Karena warnanya yang oranye dan temperamennya yang galak dan tidak ragu untuk menggigit, P. murinus mendapat panggilan OBT.
4. Green bottle blue (GBB) GBB adalah singkatan untuk green bottle blue yang adalah panggilan umum dan awam untuk tarantula jenis Chromatopelma cyaneopubescens.
5. Pokie / Pokis Karena panjang dan agak sulit diucapkan, marga tarantula Poecilotheria sering disingkat menjadi Pokie atau Pokis
6. Communal Maksud dari communal adalah bisa digabung di satu kandang. Kebanyakan tarantula bersifat teritorial dan tidak bisa digabung, tapi ada beberapa jenis yang bisa dan disebut jenis communal.
7. Join Breed (JB) Sebenarnya istilah ini tidal berhubungan dengan jenis ataupun tipe tarantula, tapi lebih ke hobi tarantula hehe... Join Breed maksudnya adalah bekerja sama untuk mengawinkan tarantula, satu indukan dari satu pihak dan pihak lain, sehingga hasil anakannya akan dibagi ke kedua belah pihak (atau lebih) dengan kesepakatan. Biasanya sih 50:50 pembagiannya.
Sampai di sini dulu kamus istilah umum tarantula, semoga bisa bikin agan lebih ngerti dan paham ya!
Jikalau ada yang belum mengerti atau tidak paham, masih ada istilah umum lain yang belum ane jabarkan di sini, silakan boleh banget komentar di bawah!
Insyaallah ane update dan jawab gan :D
Sumber:
1. Google Picture
2. Pengalaman pribadi (Gazerock~Kurai )
Buat para hobi-is tarantula yang sudah cukup lama pasti pernah melihat sosok tarantula kesayangan dalam posisi terbalik seperti gambar di atas. Buat yang baru, pasti bingung dan kaget saat menemukan si tartul tepar kaya begini, tidak jarang juga yang mengira mati. Yups, tarantula di atas sedang molting gan! Bukan mati, bukan tidur, apalagi lelah menjalani kehidupan ya gan hehe...
Molting atau (ecdysis pada hewan invertebrata) adalah proses 'menanggalkan' bagian dari tubuh pada waktu tertentu ataupun pada siklus hidupnya. Dalam kasus tarantula, yang ditanggalkan adalah kulitnya atau lebih tepatnya exoskeleton.
Tarantula dan arachnida lain pada umumnya melalui proses molting saat tubuhnya sudah bertumbuh hingga kulit (exoskeleton) nya menjadi sesak dan harus ditanggalkan agar tubuhnya bisa tumbuh besar. Jangan diremehkan bro, proses molting ini adalah proses yang sulit dan membutuhkan energi lebih, sehingga perlu juga dipersiapkan agar tarantula berhasil 'ganti baju' dan level up!
Setelah tahu ciri-ciri tarantula premolt, saatnya kita siapkan si tarantula untuk molting (kalau bisa sih siap setiap saat karena tidak terduga).
Sebelum molting
Yang perlu disiapkan adalah lingkungan kandang tarantula. Pastikan cocok dengan kondisi ideal jenis tarantula tersebut. Kelembaban sesuai, suhu sesuai, ada tempat persembunyian/bertengger (tergantung jenis), alas bersih, dan lain-lain. Jikalau tarantula sudah benar-benar terlihat premolt, boleh lebih dilembabkan tapi jangan terlalu lembab, sedikit saja untuk 'melumasi' ganti kulit si tartul.
Saat molting
Saat tarantula sudah terlihat molting (pose tiduran), hanya satu hal yang perlu dilakukan: JANGAN GANGGU!! Minimalkan gangguan pada tarantula, taruh di tempat gelap/tanpa sinar matahari langsung, dan jauh dari suara-suara keras atau getaran (kalau bisa kondisi memang seperti ini selalu). Proses 'ganti baju' ini dapat gagal dan menyebabkan kematian ataupun kecacatan jika terdapat gangguan saat prosesnya. Take extra caution, bro!
Setelah molting
Setelah selesai molting, tarantula akan terlihat lemas dan mrengkel (duh bingung jelasinnya). Lebih jelas, amati gambar di bawah ini.
Malu euy, habis ganti baju
Setelah fase 'mrengkel' tersebut, si tarantula akan lanjut stretching atau mengulur badannya, agar kulitnya bisa lebih melar, fleksibel, dan ukuran lebih besar. Fase ini bisa berlangsung berhari-hari gan!
Lasiodora parahybana baru stretching nih
Dalam waktu-waktu setelah molting ini, tidak banyak pula yang agan bisa lakukan. Cukup sesuaikan kondisi kandang sesuai kondisi idealnya, refill tempat minumnya jika habis, eits tapi jangan kasih makan dulu! Biasanya dalam 3 hari sudah mulai agak mengeras kulitnya, tapi lebih aman minimal 1 minggu setelah molting, baru agan kasih makan. Semakin besar si tarantula, makin lama pula waktu pengerasan exoskeleton barunya.
Nah, setelah tahap-tahap tadi, si tarantula akan kembali normal dan agan bisa memperlakukan doi seperti biasanya. Tapi ada bedanya gan, warnanya JAUHHH LEBIH CANTIK DAN MENGKILAU dibanding premoltnya hehe...
Sampai di sini dulu bro, nih ada bonus video proses molting tarantula yang dicepetin/fast forward, selamat menyaksikan!
Sumber:
1. Google pictures
2. Youtube
3. Pengalaman pribadi
Seperti di alam bebas, tarantula tentu membutuhkan substrat atau alas untuk pijakan dan persembunyian. Hal ini sangat penting dan tidak boleh diremehkan, terutama untuk tarantula tipe terrestrial dan burrower/fossorial yang menghabiskan hidupnya berpijak dan bersembunyi di substratnya.
Sebelum kita mulai diskusi mengenai jenis-jenis alas atau substrat yang bisa digunakan untuk tarantula, sebelumnya kita harus tau dulu, apa sih yang diperlukan dari alas tarantula?
Syarat-syaratnya antara lain:
Bisa menahan kelembapan
Tidak terlalu gembur, tapi juga tidak terlalu padat
Bebas bahan kimia dan parasit
Dari ketiga kriteria tersebut, orang-orang biasa memakai cocopeat, tanah, atau potting soil.
Saatnya kita ulas satu per satu!
Kandang tarantula dan substratnya
Cocopeat
Cocopeat adalah media tanam yang terbuat dari sabut kelapa yang dihancurkan hingga menjadi seperti tanah.
Cocopeat kering di atas tangan bule
Keuntungan:
Mudah menyerap air dan mudah menguapkan air sehingga kelembapan terjaga tetapi juga tidak terlalu lembab.
Rendah kandungan nutrisi sehingga mikroorganisme susah tumbuh dan berkembang di substrat ini (lebih aman dari parasit).
Bisa memilih produk cocopeat basah/lembab untuk tarantula yang membutuhkan kelembapan atau cocopeat kering untuk tarantula yang tidak begitu perlu kelembapan.
Kerugian:
Harga lebih mahal, pengecer bisa menjualnya Rp5.000 per 250g atau Rp15.000 per kg. Tapi bisa diatasi dengan pembelian partai, biasanya Rp25.000 bisa mendapat sekarung.
Lebih sulit dicari. Cocopeat lebih mudah ditemukan di kota-kota besar, terkadang di toko tanaman tidak ada dan harus membeli di swalayan hardware seperti Ace Hardware atau Informa, tentu harus pembelian kuantitas/partai.
Terkadang ada jenis yang terlalu gembur dan kurang padat.
Tanah
Tanah bisa didapat di mana saja, tanah kebun, tanah hutan, dan lain-lain. Bagaimana dengan keuntungan dan kerugiannya untuk tarantula?
Tanah di kebon belakang
Keuntungan:
Mudah didapat dan mudah dicari.
Biaya murah bahkan tidak perlu mengeluarkan biaya.
Menggunakan tanah dari habitat asli tarantula lebih baik.
Kerugian:
Kaya nutrisi dan banyak mikroorganisme yang hidup di dalamnya.
Lebih repot untuk mempersiapkannya agar lebih aman karena harus dibersihkan dengan alkohol lalu dijemur atau dioven hingga kering.
Sangat mudah menyerap air dan lembab sehingga mempermudah pertumbuhan mikroorganisme atau parasit.
Jenisnya bermacam-macam tergantung mengambil dari mana dan belum tentu cocok untuk tarantula yang agan pelihara.
Potting Soil
Potting soil adalah media tanam yang sudah diracik sedemikian rupa sehingga cocok untuk menumbuhkan berbagai jenis tanaman.
Racikan potting soil
Keuntungan:
Harga murah dan mudah ditemukan.
Cocok jika ingin menumbuhkan tanaman di kandang tarantula sebagai dekorasi.
Alternatif jika cocopeat sulit ditemukan.
Kerugian:
Kaya nutrisi sehingga harus lebih teliti dan sering dalam membersihkan sisa makanan tarantula agar tidak tumbuh parasit atau mikroorganisme.
Sebagian mengandung bahan kimia (pupuk non-organik), bisa diatasi dengan memilih yang organik.
Nah, kalau secara pribadi sih ane biasa pakai cocopeat untuk tarantula yang masih kecil-kecil. Sedangkan pada tarantula dewasa yang butuh kandang luas, biasa memakai gabungan cocopeat dan potting soil.
Dari penjabaran di atas, agan bisa pilih atau racik sendiri alas yang cocok untuk tarantula agan, yang penting harus memenuhi ketiga syarat di atas tadi.
Kalau agan lebih sering pakai yang mana? Atau ada alternatif lain? Yuk diskusi di kolom komentar di bawah!
Molting atau ganti kulit adalah hal yang wajib dilalui tarantula pada perkembangannya menuju kedewasaan. Proses tersebut adalah proses yang pernuh kehati-hatian dan sangat penting, sehingga berbagai macam persiapan harus dilakukan. Fase yang dilalui tarantula sesaat sebelum molting disebut fase premolt.
Setelah mengerti apa saja yang harus disiapkan sebelum molting agar prosesnya berjalan lancar, tentu agan juga harus tau dong pertanda si tarantula akan segera berganti baju hehehe
Mari kita simak bersama, ciri-ciri tarantula dalam fase premolt!
Si rakus mendadak mogok makan
Tarantula yang akan segera molting akan berhenti makan sama sekali dan biasanya ngacangin makanannya. Hal ini karena tarantula sudah tidak butuh makan dan sudah memiliki cukup simpanan energi untuk ganti kulit.
"Puasa, puasa, setahun penuh puasa"
Meskipun begitu, tarantula yang tidak mau makan tidak selalu berarti bahwa si tarantula sedang premolt. Beberapa spesies, contohnya Grammostola rosea, terkenal hobi puasa dan mogok makan tanpa alasan yang jelas walaupun tidak dalam masa premolt. Selain itu, tarantula yang stres (lingkungan tidak cocok, terganggu, terluka) biasanya juga menolak makan.
Yang perlu diperhatikan adalah jika tarantula agan sehat, gendut, biasanya rakus, tapi tiba-tiba nggak mau makan -> kemungkinan besar premolt. Berapa lama mogok makan? Tidak tentu bro, perhatikan saja apakah ada tanda-tanda premolt lainnya.
Abdomen gendut, gelap, kinclong berkilau
Abdomen botak sudah biasa untuk tarantula jenis new world, karena memang pertahananya adalah merontokkan rambut abdomennya yang bikin gatal setengah mati. Bagian abdomen yang botak biasanya ya botak, warna seperti warna kulit.
Perut seksi: normal dan premolt
Beda halnya jika botaknya gelap ditambah perutnya udah seksi gede pula, ini pertanda premolt gan! Apalagi kalo disertai tanda-tanda lain, tinggal tunggu si tartul ganti baju deh~
Warna lebih buluk dan gelap
Si cantik yang semula berwarna cerah, lama-kelamaan akan jadi si buluk yang kumuh nggak pernah mandi (tarantula memang nggak pernah mandi) semakin mendekati masa-masa molting. Kulit baru yang tumbuh di bawah kulit lama membuat permukaan tubuh terlihat sedikit lebih gelap
Si buluk dari gua hantu
Yang paling jelas terlihat pada perutnya, terutama jikalau botak.
Bikin 'kasur' dari jaring
Jaring-jaring yang dibuat tarantula bukanlah tanpa fungsi. Selain sebagai dekorasi cantik (ngawur), salah satu kegunaannya adalah sebagai 'matras' atau 'kasur' tempat si tarantula ini rebahan dan ganti kulit. Alas buat tepat ini lebih terlihat pada tarantula yang jarang membuat jaring seperti dair marga Brachypelma atau Grammostola.
Sedangkan pada jenis-jenis yang maniak jaring, 'kasur' ini akan lebih sulit untuk dilihat. Tapi dapat diperhatikan dari ketebalan jaringnya, biasanya akan makin tebal dan kadang kandangnya sampai nggak kelihatan dari luar, seperti tirai!
Siap tepar, jangan diganggu!
Jadi mager, malas, lemot, dan lelet
Kalau ciri yang satu ini relatif ya gan. Biasanya sih jadi lebih lemot dan malas gerak, karena si tarantula sedang menghemat energi untuk nanti proses ganti kulit yang sangat melelahkan. Lebih mudah diperhatikan pada jenis yang biasanya suka jalan-jalan dan ngebut, maka akan terlihat lebih kalem dan anteng, cuma nongkrong di situ-situ aja.
Tarantula batu!
Beda lagi kalau emang dari awal si tarantula malas, seperti G. rosea si tarantula batu.
Terkadang jadi sensi-an
"Sini salaman bang, aye kenalin sama taring aye"
Lagi-lagi ciri yang relatif dan sebagai tambahan aja. Lebih oke diamati pada tarantula yang biasanya kalem dan baik hati, mendadak jadi bad boy dan ahli kung fu nandingin Bruce Lee. Tetapi relatif ya, lebih baik melihat ciri lain dulu, karena terkadang tarantula juga moody, siapa tau tarantula agan emang lagi PMS ehehe...
Sejauh ini ane mainan tarantula, ane amati, salah satu pertanyaan yang paling banyak dilayangkan oleh pemula adalah, "Bedain jantan sama betina di tarantula gimana sih, Bro?"
Dari pengalaman tersebut, ane coba deh buat artikel yang jelasin caranya sexing tarantula, karena memang gampang-gampang susah hehe...
Perlu dipahami, ada 3 metode sexing tarantula. Yang pertama adalah metode spermatheca. Metode ini membutuhkan kulit molting si tarantula, dilihat bagian dalamnya (tepatnya bagian epigastric furrow), apakah ada spermatheca atau tidak. Yang kedua adalah metode ventral, dengan melihat bagian ventral tarantula tepatnya bagian abdomen, mencari ada tidaknya epiandrous fussilae dan bentuk-bentuk relatif organ-organ di bagian abdomen. Yang terakhir adalah metodesexual dimorphism, hanya dengan diamati saja, jenis-jenis tertentu memang sudah terlihat berbeda warna, corak, bentuk relatif, dan organ-organ tertentu yang terlihat jelas.
Metode Spermatheca / Exuvium Sexing
Metode ini adalah metode yang paling akurat dan bisa dilakukan bahkan pada ukuran tarantula yang masih sling (tapi susah ehehe...). Prinsipnya adalah kita mencari ada tidaknya organ spermatheca (penyimpan sperma untuk pembuahan) dengan melihat bagian dalam exuvium/kulit molting. Spermatheca sangat mudah terlihat pada tarantula yang ukurannya sudah besar, tetapi tentu sulit bro kalo ukurannya kecil, biasanya perlu bantuan kaca pembesar atau yang lebih kecil lagi perlu mikroskop. Lebih jelasnya silakan simak gambar berikut, diambil dari Mike's Basic Tarantula
Pada betina, jelas terlihat spermatheca yang berbentuk seperti lipatan, sedangkan pada jantan, nihil gan! Bagian dalam epigastric furrow jantan itu mulus, nggak ada apa-apanya. Coba nih tebak-tebakan, coba yang mana cowok yang mana cewek? (foto dari tarantulas tropica) Jangan scroll halaman jauh-jauh sebelum menebak, di bawah ada jawabannya hehe...
Jawabannya: Yang atas cewek, yang bawah cowok. Kelihatan kan bedanya? Banget~ Tapi itu untuk tarantula yang sudah berukuran jumbo, kalo masih mungil, lebih susah lagi lihatnya, ane juga masih belajar... Selain itu, bentuk spermatheca tiap jenis tarantula berbeda-beda walaupun mayoritas berbentuk seperti lipatan. Untuk latihan, bisa banget searching google keyword "spermatheca tarantula", biar lebih jeli dan ngerti :D
Metode Epiandrous Fussilae & Ventral Sexing
Metode yang satu ini bisa dilakukan kapan saja, nggak perlu nunggu si tarantula molting. Tetapi, memang metode spermatheca adalah metode yang paling akurat, untuk ventral masih kurang akurat dan belum pasti, tetapi pada tarantula tertentu justru terlihat banget cewek/cowoknya. Cara melihat bagian ventral tarantula ada 2 cara, yaitu dipegang (biasanya pinch grab) atau ditaruh di dalam wadah yang bening (dilihat dari luar wadah.) 1. Dipegang (Pinch Grab) Untuk memegang tarantula sedemikian rupa agar bisa dilihat bagian ventralnya, ada beberapa cara. Yang paling sering digunakan adalah Pinch Grab, yaitu dipegang tepat di tengah badannya, di antara pasangan kaki kedua dan ketiga, perhatikan video berikut bro.
Dengan dipegang/pinch grab, bagian ventral tarantula lebih terlihat jelas. Sisi lainnya, jika belum terbiasa bisa membahayakan tarantula (jika tertekan terlalu keras) selain itu juga resiko digigit (sulit dilakukan pada tarantula galak).
2. Dalam Wadah Bening
Jika agan pemula, ane lebih rekomendasi pakai cara ini. Cukup masukkan tarantula ke wadah yang bening dan lihat dari luar bagian ventralnya, Keuntungannya, tentu lebih aman bagi agan dan tarantula kesayangan, tetapi kadang lebih tidak jelas karena terkadang ada noda di wadah sehingga tidak bening sempurna.
Nah, setelah agan menentukan mau dipinch-grab atau mau di wadah bening, sekarang agan cari bedanya jantan sama betina. Pertama adalah ada tidaknya epiandrous fusillae, terletak di atas epigastric furrow, biasanya terlihat lebih gelap atau berbeda warna dari sekitarnya, bisa sirkuler/membulat ataupun segitiga. Nih lebih jelasnya gan, gambar dari birdspiders.com
Yang atas cewek, yang bawah cowok. Kelihatan jelas kan?
Selain epiandrous fussilae, agan juga bisa menyimak bentuk relatif organ-organ di abdomennya, seperti gambar di bawah ini.
Gambar di atas yang cewek yang sebelah kiri, yang cowok yang sebelah kanan. Mungkin agan bisa menyimpulkan sendiri apa bedanya, tapi kalau belum ngeh juga, ane jelasin dikit nih.
Untuk epigastric furrow betina bentuknya lebih melengkung dibanding jantan. Jarak antar paru-paru buku juga relatif lebih jauh dibanding jantan dan terlihat lebih bersudut dibandingkan dengan garis tengah tarantula. Nih tebak lagi, mana yang si Joni, mana yang si Jeni.
Jawabannya: Atas Jeni, bawah Joni. Kurang jelas? Coba perhatikan lagi hehehe...
Memang metode yang satu ini membutuhkan ketelitian yang lebih, sehingga kuncinya adalah latihan. Rajin-rajin bersua mbah google biar cepat piawai!
Metode Sexual Dimorphism
Metode yang terakhir ini adalah metode termudah, tetapi hanya bisa dilakukan pada jenis-jenis tertentu atau saat-saat tertentu (biasanya harus udah dewasa/indukan baru kelihatan).
Untuk mayoritas tarantula, jantan dewasanya memiliki tibial spur atau hook pada kaki depannya dan juga "sarung tangan tinju" pada pedipalpnya. Gimana bentuknya? Monggo dipantengin gambar berikut bro.
www.tarantulasdemexico.com
Organ tersebut jelas sekali terlihat, kalau tidak ditemukan, bisa jadi belum dewasa. Tetapi kalau ukuran sudah dewasa tapi tetap nggak ada, kemungkinan betina (konfirmasi lihat spermatheca dan ventral). Selain organ itu, bisa dilihat dari bentuk badan. Cowok biasanya badan lebih kecil dan kaki lebih panjang, badan lebih ramping. Sebaliknya, betina ukuran lebih besar, kaki lebih pendek, postur gemuk berisi. Tetapi relatif ya bro, terkadang ada juga yang nggak seperti ini, coba lihat penampakan berikut.
Atas Dini, bawah Doni
Yang terakhir ini yang paling jelas. Pada species tertentu, memang warna betina dan jantannya berbeda, terutama ketika ukuran sudah besar. Species yang berbeda warna dan coraknya ketika udah gede, di antaranya: Psalmopoeus irminia, Monocentropus balfouri, Platyomma. sp. "Machala", Cyriopagopus lividum, dll.
P. irminia, yang cowok buluk
Nah, itu tadi 3 metode cara membedakan jenis kelamin tarantula. Memang gampang-gampang susah dan perlu banyak latihan, semangat bro! Jikalau ada yang belum jelas, silakan boleh bertanya di kolom komen di bawah. Semoga membantu!